Malam hari, kami iseng-iseng jalan-jalan untuk cari makan. Malam hari di kota Jambi, tepatnya di daerah saya menginap, cukuplah ramai. Akhir nya kami berhenti di warung padang, kami memesan berbagai makanan, salah satu nya adalah soto padang.
Saya dan rekan Yonggi mendapat info tentang Soto Padang dari rekan Haniel, dimana dia sangat menginginkan soto padang tersebut. Dari rasanya sih, hampir-hampir sama dengan Sop Buntut-nya Surabaya, namun yang perlu diingat, kalau makan di rumah makan padang, hati-hati dengan harganya yak, karena kami ber-enam makan di restoran padang, dengan harga 180.000 rupiah.
Seusai makan, kami pulang ke hotel. Namun setelah di hotel, saya dan rekan Yonggi merasa agak bosan, karena nganggur, persiapan kami untuk shooting keesokan harinya sudah siap, maka dari itu, sementara rekan-rekan pesulap mempersiapkan atraksi mereka, saya dan rekan Yonggi mencari makanan, makanan kedua yang kami tuju adalah Pempek, karena kami dengar rasanya enak.
Pukul 10.00 an, kami keluar hotel, suasana kota Jambi pada saat itu sudah sepi, nggak seperti Surabaya. Kami berjalan agak jauh, memang karena kami ingin iseng-iseng mencoba makanan, akhirnya kami temukan restoran pempek yang lumayan bonafit kelihatannya. Kami memesan pempek, namun kami agak kecewa karena rasa dari pempek tersebut hanya biasa saja, tidak ada yang istimewa.
Oh ya, sebagai informasi, menurut penduduk sekitar sini, makanan khas di Jambi ada 3, yaitu
(1) Pecel Lele
(2) Pempek (sama seperti Palembang)
(3) Tempoyak
Menurut definisi, Tempoyak merupakan semacam durian yang diawetkan lalu dibuat gulai (GULAI ???), namun menurut penduduk setempat, tidak begitu enak katanya J
Selasa pagi, saya dan rekan saya bangun agak siang, lumayan, sebagai liburan lah
Bangun tidur, langsung cari makannn!!! Breakfast dapat sih, cumannnnn….agak kurang sreg sih
Lagiii… saya bersama rekan-rekan berjalan untuk cari makanan, oh ya, di hotel kami sebenarnya ada depot makanan yang cukup terjamin, yaitu Leko!!! Tapii…di Surabaya adaaa, jadi nggak asik ah!~! Akhirnya kami berhenti di sebuah depot yang menjual makanan berupa sop, soto, serta nasi gemuk. Saya mencoba untuk memesan nasi gemuk, serta rekan saya memesan sop dan soto. Nasi gemuk yaitu nasi uduk yang disajikan dengan lauk telur dan kuah santan yang dicampur. Enak =)
Setelah makan, saya dan rekan Yonggi jalan-jalan, namun rekan-rekan pesulap kembali ke hotel untuk latihan. Saya menyusuri jalan sepanjang hotel. Nuansa di sini kental dengan nuansa pasar, daerah yang agak terpencil dan jauh dari kota, namun erat dengan putaran barang dan uang. Daerah di sekitar sini sangat menggambarkan sebuah kota tua yang tidak dikembangkan, namun terus berjalan dan berjalan dengan roda perekonomian yang sudah ada.
Oh ya, di sekitar hotel saya, ada hotel Novotel, ada juga Matahari Department Store, serta Hypermart. Jika kalian mencari fast food di Jambi, hanya ada KFC di sini, tidak ada McDonald. Ya, tidak ada McDonald.
Related posts:



mantaf gan.. ditunggu part 3 nya ya…
ice http://tkingmo3gu.AUTOSECTIONS.INFO/tag/rival+remixes+mix+ice/ : ice…
mix…